3 Cara Mengamankan Perangkat Android Anda

Cara Mengamankan Android

Dengan semakin pesatnya arus informasi dan teknologi di jaman sekarang, tingkat ancaman yang menyertainya tentunya juga semakin tinggi. Saat ini materi bukan satu-satunya yang menjadi target pencurian. Pada era yang serba digital seperti sekarang, data informasi berupa non-materi juga bisa menjadi incaran para pencuri.

Banyak orang yang sekarang memiliki perangkat komunikasi canggih milik pribadi seperti smartphone dan tablet yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sumber informasi berupa data pribadi biasanya terdapat pada perangkat-perangkat ini. Maka dari itu, pengamanan perangkat tersebut sangatlah penting untuk dilakukan agar pencurian informasi pribadi dapat dihindari.

Bagi Anda yang memiliki perangkat Android, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan agar data pribadi yang tersimpan pada perangkat Anda menjadi lebih aman dari ancaman penyalahgunaan oleh orang lain. Berikut informasinya yang dikutip dari Android Pit pada Senin, (23/1/2017).

 

Terapkan Enkripsi pada Perangkat

Enkripsi adalah suatu proses yang dapat melindungi data di dalam perangkat Anda. Pada perangkat Android, apabila Anda mengaktifkan fitur keamanan berupa kata sandi (password), PIN, ataupun pola (pattern), maka proses enkripsi ini akan diaktifkan secara otomatis.

Dengan demikian, akses penggunaan perangkat bagi pihak yang bukan pemilik asli akan dibatasi. Untuk Anda yang memiliki ponsel dengan sistem operasi Android Nougat, fitur enkripsi dapat diaktifkan dengan kunci yang berbeda di tiap aplikasi maupun file.

 

Gunakan Aplikasi Pengamanan

Bagi Anda yang enggan untuk memasang fitur keamanan saat membuka ponsel, setidaknya gunakanlah aplikasi pihak ketiga untuk mengamankan aplikasi atau file tertentu di ponsel Anda. Sekarang sudah banyak aplikasi untuk pengamanan file yang dapat diunduh di toko aplikasi Play Store.

 

Aktifkan Autentikasi Dua Langkah

Autentikasi dua langkah (two-factor autentication) merupakan proses pengamanan perangkat dengan menggunakan kode, password, pola, ataupun dengan memanfaatkan data biometrik pribadi seperti fingerprint atau iris scanner.

Sistem pengamanan ini sudah banyak diterapkan pada berbagai media sosial seperti Facebook, Twitter, dan LinkedIn. Pengguna media sosial akan diminta untuk menambahkan sistem pendukung dalam memberikan akses masuk ke dalam akunnya. Misalnya, Facebook dan Twitter akan meminta penggunanya untuk memasukkan nomor telepon agar dapat mengirim kode autentikasi.

 

Sumber : okezone.com

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password